Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Sebuah Puisi : Wanita Pendosa

Karya : Dela Anggraini Langit menjulang tinggi Aku tak peduli Laut terhampar luas Aku tetap tak peduli Dimana letak jiwa dan raga ini Aku sungguh tak mengerti Kilat dan petir pun datang menyambar ku Gelombang besar menghempas aku Hingga karang menyadarkan ku Tanah ini akan menelan ku Kemana aku harus mengadu? Tak seorang pun mendengar rintihan ku Kemana aku harus bersimpuh? Ketika batu bahkan menertawakan ku Aku ini wanita pendosa Aku ini wanita pendosa Aku ini wanita pendosa Aku buta melihat cahaya Aku tuli mendengar kebaikan Aku bisu mengucap nama-Nya Aku lah wanita paling berdosa Jikalau tanah berkata “masuklah di dalam perut ku” Apa yang harus aku lakukan ? Disaat kesombongan menguasai aku Disaat kemewahan merajai hidup ku Disaat paras membodohi diri ku Saat tanah akan menelan ku Tubuh ku akan langsung membiru Tulang-tulang ku akan merapuh Belatung-belatung akan setia disamping ku Adakah engkau sudi me...

Sepucuk Surat untuk Mei

Dear Mei ku Lama kiranya kita tak berjumpa Ada kah kau rindu pada ku ? Oh aku selalu bertanya-tanya akan hal itu Mei Kau harus tahu Bahwa aku selalu menunggu hadirmu Dan aku takkan pernah letih untuk itu Oh kawan Kini 17 kali sudah pertemuan kita Kau bayangkan sendiri kawan Sungguh 17 bukanlah angka yang sedikit Terima kasih Mei Untuk setiap canda tawa yang kau beri Untuk setiap luka yang kau hapus Dan untuk pertemuan kita kali ini Tahu kah kau Mei Sekian lama kita tak bersua Sekali bersua ingin  rasanya tetap didekatmu Ingin rasanya terus bersamamu Ingatlah kawan Aku akan selalu menunggu kehadiranmu lagi Aku akan terus menunggu Sampai saat pertemuan kita tak dapat ku hitung lagi Bahkan sampai saat aku harus pergi Oh Mei Sudikah kiranya kau berjanji pada ku Berjanjilah untuk tetap membuat ku bersyukur kawan Atas segala kebahagiaan indah tak terperih ini Dan atas setiap luka yang telah memudar Berjanjilah untuk ku kawan!!!