Sebuah Puisi : Wanita Pendosa

Karya : Dela Anggraini

Langit menjulang tinggi
Aku tak peduli
Laut terhampar luas
Aku tetap tak peduli
Dimana letak jiwa dan raga ini
Aku sungguh tak mengerti

Kilat dan petir pun datang menyambar ku
Gelombang besar menghempas aku
Hingga karang menyadarkan ku
Tanah ini akan menelan ku

Kemana aku harus mengadu?
Tak seorang pun mendengar rintihan ku
Kemana aku harus bersimpuh?
Ketika batu bahkan menertawakan ku

Aku ini wanita pendosa
Aku ini wanita pendosa
Aku ini wanita pendosa

Aku buta melihat cahaya
Aku tuli mendengar kebaikan
Aku bisu mengucap nama-Nya
Aku lah wanita paling berdosa

Jikalau tanah berkata
“masuklah di dalam perut ku”
Apa yang harus aku lakukan ?
Disaat kesombongan menguasai aku
Disaat kemewahan merajai hidup ku
Disaat paras membodohi diri ku

Saat tanah akan menelan ku
Tubuh ku akan langsung membiru
Tulang-tulang ku akan merapuh
Belatung-belatung akan setia disamping ku

Adakah engkau sudi menemani ku
Adakah kalian melihat jejak-jejak kebaikan ku
Adakah tuhan akan mengampuni ku
Adakah tanah sudi mendengar keluh ku

Wahai penguasa semesta raya
Langit tak bertiang ini butuh pengakuan mu
Lautan tak berujung ini butuh perhatian mu
Hembusan nafas mu pun butuh terimakasih dari mu

Jangan lagi tertipu
Jangan seperti aku
Yang menggenggam sebongkah emas
Tapi tak menjadi ratu

Cukup lah aku
Cukup lah aku yang melayu
Biarlah aku
Biarlah aku yang merapuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

About me {}

GOOGLE CHROME